Home DARAT Trotoar di Jogja Harus Dipulihkan

Trotoar di Jogja Harus Dipulihkan

102
0
SHARE

(BM)  Menurut keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999 yang dimaksud dengan trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki yang terletak didaerah manfaat jalan, yang diberi lapisan permukaan dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan.

Namun saat ini trotoar di Indonesia khususnya Yogyakarta telah beralih fungsi, banyak pejalan kaki tidak dapat menggunakan trotoar dengan aman dan nyaman. Ketidaknyamanan itu dikarenakan oleh beberapa faktor mulai dari pengendara bermotor yang “ngawur”, pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, hingga trotoar yang dijadikan lahan parkir.

Hal ini menimbulkan konflik sosial antara pemerintah dan masyarakat, rebutan ruang publik untuk dijadikan ruang personal. Ruang publik yang ada di masyarakat, seperti trotoar, semakin tidak mengakomodasi kepentingan publik. Motif ekonomi selalu menjadi prioritas utama untuk melanggar kepentingan publik.

Seperti yang kita ketahui negara sudah mengatur segala sesuatunya di dalam Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah agar semua ada batasannya. Dalam pasal 131 ayat (1) LLAJ sudah ditegaskan bahwa trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki bukan untuk orang pribadi. Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ juga mengatur sanksi pidana bagi yang melanggarnya yakni kurungan satu bulan dan denda sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Harus ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengembalikan trotoar sesuai fungsinya, kesadaran masyarakat dalam hal ini berperan cukup besar. Harus adanya standrisasi trotoar, idealnya trotoar untuk jogja adalah dua meter dengan bentuk fisik yang landai tidak ada hambatan di setiap ujungnya hal ini bisa membuat nyaman para penggunanya termasuk kaum difabel yang selalu kehilangan haknya. Trotoar yang bagus ialah trotoar yang bisa digunakan dan dikses oleh semua orang. Optimalisasi fungsi trotoar akan mendukung parawisata dan pengembangan kota Yogykarta. Dan ganjarannya Yogyakarta akan selalu nyaman bagi penduduk maupun pelancong dari dalam maupun luar. Seperti fragmen baik yang selalu menghiasi jalanan teduh kota Yogyakarta “Jogja Berhati Nyaman”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here