Home DARAT Demi Keselamatan, Pintu Perlintasan Sentolo Akan Ditutup

Demi Keselamatan, Pintu Perlintasan Sentolo Akan Ditutup

29
0
SHARE
BM-Direktorat Jenderal Keselamatan Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan Rapat koordinasi dalam rangka pentupan perlintasan sebidang JPL 698 Ngeseng, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Koordinasi ini bertempat di ruang rapat Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kulon Progo.
Rapat Koordinasi kali ini dihadiri oleh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kapolsek Sentolo, dan PT. KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Hasil dari koordinasi tersebut adalah semua pihak menyepakati penutupan perlintasan sebidang JPL 698 Ngeseng, Sentolo. Rencananya penutupan pintu perlintasan sebidang JPL 698 Ngeseng, Sentolo akan dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2017 setelah dioperasikannya fly Over Sentolo.
Penutupan Perlintasan sebidang tersebut dinilai penting karena sudah dibangunnya Fly Over Ngelo dijalan Pasar Sentolo-Ngelo. Hal ini sesuai dengan  UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian
seperti tercantum dalam pasal 91, setiap perpotongan antara jalur KA dengan kendaraan jalan raya harus dibuat tidak sebidang. Jalan raya naik dibuat fly Over atau turun dengan dibuat terowongan atau underpass.
Dalam kesempatan kali ini Yusrizal selaku Kepala Subdirektorat Rekayasa Dan Peningkatan Keselamatan, mengklarifikasi terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Plt Kadishub DIY Sigit Sapto Rahardjo tentang upaya pembukaan kembali pintu perlintasan kereta api janti.
Mengutip pemberitaan dari Kompas.com tanggal 22 November 2017, Sigit menyampaikan bahwa pihak mereka menyediakan anggaran untuk membuka kembali perlintasan supaya dapat dilalui sepeda, sepeda motor dan pejalan kaki, namun yang bertanggung jawab adalah PT.KAI.
Pernyataan tersebut di klarifikasi oleh Yus Rizal yang mengatakan bahwa Komisi C DPRD DIY dan Gubernur DIY memutuskan penutupan Janti tetap berlanjut, dan tetap dikasih akses jalan.
Dinas Perhubungan DIY akan melakukan kajian teknis penutupan permanen untuk penanganan komprehensif selanjutnya. Hal tersebut sudah mendapatkan dukungan DPRD DIY dari sisi program dan penganggarannya.
“Nantinya akan ditutup secara permanen, sekarang masih dibuka celah untuk pejalan kaki dan pesepeda”
kata Yus Rizal di akhir wawancara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here